items



Kirim

TP-PKK Mimika Ikut Pelatihan keluarga tanggap kebakaran rumah tangga yang di Gelar BPBD Mimika


TP-PKK Mimika Kabupaten Mimika mengikuti pelatihan keluarga tanggap kebakaran rumah tangga yang di gelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mimika pada Jumat, (21/8/2026) di Aula Keuskupan Timika.

Giat dibuka Staf Ahli Bupati Mimika Fransiskus Bokeyau yang didampingi Kepala BPBD Mimika Agustina Rahaded, S.Sos., M.Si. yang dihadiri perwakilan lintas sector.

Kegiatan ini diadakan sebagai langkah preventif untuk menekan angka dan risiko kecelakaan akibat kebakaran yang kerap bermula dari skala rumah tangga. Pelatihan ini melibatkan unsur masyarakat, perwakilan warga, serta kelompok dasawisma/keluarga guna memberikan pemahaman mendasar mengenai mitigasi bencana kebakaran sejak dini.

Pentingnya Mitigasi dari Lingkup Keluarga

Dalam pemaparannya, pihak BPBD Kabupaten Mimika menekankan bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam pencegahan maupun penanganan awal musibah kebakaran. Sebagian besar kasus kebakaran di kawasan permukiman sering kali dipicu oleh hal-hal sepele di dalam rumah, seperti:
Korsleting arus pendek listrik akibat penggunaan perangkat yang tidak sesuai standar.
Kelalaian dalam penggunaan kompor gas atau tabung elpiji.
Penyimpanan bahan-bahan yang mudah terbakar tanpa pengamanan yang tepat.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diberikan edukasi teoretis maupun praktis mengenai bagaimana mengenali potensi bahaya (hazard) kebakaran di dalam rumah masing-masing.


Simulasi Penanganan Dini dan Penggunaan APAR

Selain materi pencegahan, peserta pelatihan juga dibekali dengan keterampilan teknis praktis, di antaranya:
Teknik dasar pemadaman api menggunakan alat pemadam api tradisional (seperti karung goni basah).
Pengenalan dan cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara benar dan cepat.
Prosedur evakuasi mandiri dan penyelamatan anggota keluarga saat terjadi darurat kebakaran sebelum tim pemadam kebakaran tiba di lokasi.

BPBD Kabupaten Mimika berharap, melalui pembekalan ini, kesadaran masyarakat terhadap keselamatan lingkungan rumah tangga semakin meningkat, sehingga tercipta budaya tanggap darurat yang mampu meminimalisir korban jiwa maupun kerugian material yang besar di Kabupaten Mimika.