items



Kirim

Perkuat Pemberdayaan Keluarga, Sekretaris TP-PKK Mimika Tekankan Peran Dasawisma


TIMIKA — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika terus memperkuat peran Dasawisma sebagai ujung tombak pemberdayaan keluarga di tingkat kampung. Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja dan pendampingan langsung kepada masyarakat di Kampung Ipiri, Paripi, dan Yaraya.

Sekretaris TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Sara Lisa Rombe Payung, mengatakan penguatan Dasawisma menjadi bagian penting dalam memastikan program PKK benar-benar hadir dan memberikan manfaat langsung bagi keluarga. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya melalui kegiatan kelompok, tetapi juga dengan turun langsung dari rumah ke rumah (door-to-door) untuk melihat kebutuhan masyarakat secara nyata.

Menurutnya, Dasawisma merupakan unit terkecil dalam struktur gerakan PKK yang beranggotakan keluarga-keluarga dalam lingkungan sekitar. Keberadaan kelompok ini menjadi dasar untuk menggerakkan berbagai program, mulai dari kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, administrasi kependudukan hingga kegiatan sosial masyarakat.

“Di mana ada Dasawisma, di situ PKK akan berkembang. Karena dari Dasawisma kita bisa mengetahui kondisi keluarga secara langsung dan menentukan kebutuhan yang harus ditindaklanjuti,” ujar Ny. Sara.

Dalam kunjungan tersebut, empat kelompok kerja (Pokja) TP-PKK turut memberikan intervensi sesuai bidang masing-masing.

Pokja I mendorong tertib administrasi kependudukan, termasuk kepemilikan KTP dan akta, sekaligus memperkuat pembinaan kehidupan rohani masyarakat.

Pokja II memberikan perhatian pada sektor pendidikan melalui pendataan anak yang berpotensi putus sekolah serta dukungan bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk bantuan alat tulis dan alat peraga pengenalan huruf.

Sementara Pokja III mendorong ketahanan pangan keluarga melalui pengembangan kebun percontohan kampung serta edukasi pemanfaatan bahan pangan lokal, termasuk pengolahan daun kelor sebagai salah satu sumber pangan bergizi.

Adapun Pokja IV berfokus pada kesehatan keluarga dengan memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemberian vitamin dan pendampingan kepada anak, ibu hamil maupun masyarakat dewasa. Intervensi tersebut diarahkan untuk mendukung upaya pencegahan stunting dan meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pola hidup sehat.

Ny. Sara menegaskan, pelaksanaan program PKK harus dapat diukur melalui perubahan yang terjadi di masyarakat. Karena itu, pendataan menjadi bagian penting agar setiap intervensi dapat diketahui hasil dan tindak lanjutnya.

“Yang kita lakukan bukan hanya datang, memberikan bantuan lalu selesai. Kita harus melihat data, kondisi keluarga dan perubahan yang terjadi setelah intervensi. Dengan begitu, program PKK benar-benar memiliki dampak,” jelasnya.

Untuk memperkuat kelembagaan Dasawisma, TP-PKK Kabupaten Mimika menargetkan sedikitnya dua kelompok Dasawisma di setiap kampung. Penguatan tersebut juga akan diarahkan melalui pembinaan dan rencana pelaksanaan lomba Dasawisma terbaik pada tingkat kampung dan distrik pada 2027.

Selain itu, TP-PKK Mimika berencana melanjutkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat pesisir, termasuk pendataan pasangan yang membutuhkan pelayanan administrasi perkawinan serta penguatan program kerja Pokja I, II, III dan IV sesuai hasil Rapat Kerja (Raker) TP-PKK.

Pelaksanaan program juga membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah kampung, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pendidikan, sektor kesehatan serta pemangku kepentingan lainnya.

Melalui penguatan Dasawisma dan pendekatan langsung kepada keluarga, TP-PKK Kabupaten Mimika menargetkan agar pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan yang mampu meningkatkan kualitas administrasi keluarga, kesehatan, pendidikan dan kemandirian pangan masyarakat secara berkelanjutan.