items



Kirim

Rakerda I TP-PKK Mimika 2026 Perkuat Sinergi Program Keluarga, Dorong Pembangunan dari Tingkat Rumah Tangga


TIMIKA – Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan berbasis keluarga melalui pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Timika, Papua Tengah, Senin (3/8/2026).

Mengangkat tema "Penataan Kelembagaan dan Sinergitas Menuju Gerbang Emas", forum tahunan tersebut menjadi ruang konsolidasi seluruh jajaran TP-PKK untuk menyusun arah kebijakan organisasi yang lebih adaptif, terukur, dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah, provinsi, hingga nasional.

Rakerda tidak hanya menjadi agenda evaluasi rutin, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memastikan implementasi 10 Program Pokok PKK mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan keluarga, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Suzy Herawati Rettob, menegaskan bahwa evaluasi menjadi landasan utama dalam menyusun program kerja yang lebih efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

"PKK bukan sekadar organisasi pendamping, tetapi mitra pemerintah yang mengemban amanah untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Karena itu, setiap program harus benar-benar berdampak," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan PKK tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga sebagai unit terkecil pembangunan.

Selama satu tahun terakhir, TP-PKK Mimika mencatat sejumlah capaian pada berbagai sektor prioritas. Di bidang pendidikan, organisasi ini aktif mendukung program wajib belajar 13 tahun melalui pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), penyediaan makanan tambahan berbasis pangan lokal, hingga bantuan alat stimulasi pendidikan bagi anak-anak di wilayah perkotaan maupun pesisir.

Pada sektor kesehatan, TP-PKK memperkuat pelayanan Posyandu melalui kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika. Sinergi tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita, serta peningkatan kapasitas kader Posyandu hingga tingkat distrik dan kampung.

Program tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat.

Komitmen membangun kemandirian keluarga juga diwujudkan melalui penguatan ketahanan pangan. Melalui gerakan "Satu Rumah Satu Pohon", TP-PKK mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam kelor, cabai, dan berbagai tanaman produktif lainnya sebagai sumber pangan sekaligus peningkatan ekonomi keluarga.

Program ini mulai diterapkan hingga ke wilayah terpencil, termasuk Distrik Mimika Barat Jauh, sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Di sektor ekonomi, TP-PKK terus memberdayakan mama-mama Papua melalui berbagai pelatihan keterampilan, mulai dari pembuatan kue hingga kerajinan tangan yang dilaksanakan bersama Dekranasda dan perangkat daerah terkait. Program tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan.

"Seluruh program ini diarahkan untuk membangun kemandirian keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," kata Ny. Suzy Rettob.

Selain fokus pada pembangunan sosial dan ekonomi, TP-PKK juga aktif menanamkan nilai kebangsaan melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk lomba paduan suara dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bentuk penguatan semangat persatuan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap organisasi.

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob selaku Pembina TP-PKK memberikan apresiasi atas berbagai inovasi dan kontribusi PKK yang dinilai semakin nyata dirasakan masyarakat hingga ke tingkat keluarga.

Menurutnya, PKK memiliki kekuatan jaringan yang sangat luas sehingga mampu menjadi penghubung efektif antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

"PKK ini organisasi luar biasa, jaringannya paling kuat sampai ke dalam rumah. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, butuh kolaborasi. dan PKK sudah membuktikan perannya," tegas Bupati.

Ia mengingatkan agar seluruh program kerja yang disusun dalam Rakerda berorientasi pada hasil yang nyata, bukan sekadar banyaknya kegiatan.

"Yang penting bukan banyaknya program, tapi jelas output, manfaat, dan indikator keberhasilannya. Harus ada timeline dan bisa diukur," ujarnya.

Bupati juga mendorong penguatan sinergi antara TP-PKK, pemerintah daerah, organisasi perempuan, serta seluruh pemangku kepentingan agar setiap program pembangunan mampu berjalan secara terpadu hingga ke tingkat distrik dan kampung. Dukungan anggaran yang telah dialokasikan pun diharapkan dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Pelaksanaan Rakerda I TP-PKK Mimika Tahun 2026 diharapkan menjadi titik awal penguatan kelembagaan sekaligus penyamaan persepsi seluruh jajaran PKK dalam menjalankan program-program yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Melalui semangat kebersamaan dan sinergi, TP-PKK Kabupaten Mimika optimistis mampu terus menjadi motor penggerak pembangunan keluarga yang sehat, mandiri, produktif, dan sejahtera. Sebab, pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak hanya dimulai dari kebijakan pemerintah, tetapi juga dari keluarga yang tangguh sebagai fondasi utama kemajuan Kabupaten Mimika.