items



Kirim

Pokja 1 TP-PKK Mimika Gelar Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Usia Dini di SMA Negeri 3 Kokonao


KOKONAO, MIMIKA – Kelompok Kerja (Pokja) 1 Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika menyelenggarakan kegiatan sosialisasi edukatif mengenai pencegahan perkawinan usia dini. Kegiatan yang menyasar generasi muda ini dilaksanakan di ruang kelas SMA Negeri 3 Kokonao pada Senin, 18 Mei 2026.

Program ini merupakan perwujudan visi TP-PKK Pusat yang diturunkan secara berjenjang hingga ke tingkat daerah, sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi emas bangsa yang berkualitas dan berdaya saing.

Masa Depan Bangsa di Tangan Generasi Muda

Ketua Pokja 1 TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Besse Erni Yakib, dalam keterangannya menjelaskan bahwa sosialisasi ini didasari oleh keprihatinan atas meningkatnya fenomena pernikahan usia muda dalam beberapa tahun terakhir. Menurut analisis, pernikahan dini kerap menjadi akar dari berbagai persoalan sosial dan kesehatan yang kompleks di masyarakat.

"Pemerintah sangat memikirkan masa depan bangsa ini. Bangsa yang berkualitas hanya akan terwujud jika generasi mudanya memiliki pengetahuan yang baik, perilaku yang terpuji, serta kecerdasan yang mumpuni. Kenyataannya, maraknya kasus stunting, aborsi, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), hingga kemiskinan struktural, salah satunya dipicu oleh pernikahan usia dini di mana pasangan belum siap secara mental dan ekonomi," ujar Ny. Besse Erni Yakib.

Gali Impian Siswa dan Edukasi Batasan Pacaran

Dalam sesi sosialisasi yang berlangsung interaktif, Ny. Besse mengawali materi dengan memotivasi para siswa untuk berani bermimpi dan merencanakan masa depan, termasuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa impian—baik menjadi tentara, polisi, guru, maupun dokter—merupakan anugerah dari Tuhan yang harus diperjuangkan dengan menjaga diri.

Selain itu, materi edukasi juga menyentuh batasan dalam pergaulan remaja. Para siswa diperingatkan mengenai risiko 'kekerasan dalam pacaran' yang meliputi kekerasan fisik, psikis, ekonomi, hingga kekerasan seksual akibat perilaku coba-coba yang melanggar norma.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ini diakhiri dengan deklarasi yel-yel penuh semangat oleh para siswa: "Saya hanya dapat menggapai cita-cita bila menghentikan perkawinan usia dini."


Apresiasi Potensi Lokal dan Komitmen Pendampingan

Berbagi pengalamannya turun langsung ke Kokonao, Ny. Besse mengungkapkan rasa haru dan bahagianya dapat berinteraksi langsung dengan para siswa setempat. Menurutnya, anak-anak di SMA Negeri 3 Kokonao memiliki potensi luar biasa dan impian yang besar, setara dengan anak-anak yang mengenyam pendidikan di wilayah perkotaan.

Meskipun demikian, ia juga mencatat adanya aspirasi dari para siswa terkait kekurangan tenaga pendidik yang perlu mendapat perhatian demi mewujudkan sekolah unggulan berbasis konteks budaya lokal.

"Melalui PKK, saya bersyukur bisa mengenal langsung impian anak-anak di sini. Pokja 1 TP-PKK Kabupaten Mimika menegaskan komitmen penuh untuk siap mendampingi dan membantu pengurus PKK di tingkat distrik/kampung, khususnya di wilayah Kokonao, guna memastikan program-program perlindungan anak dan remaja ini berjalan berkelanjutan," pungkasnya.