TIMIKA – Bunda PAUD Kabupaten Mimika, Ny. Suzana S. Herawati Rettob, menegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dipusatkan di TK PAUD Kasih Amuro, Timika, Sabtu (2/5/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini diinisiasi oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Mimika.
Dalam sambutannya, Ny. Suzana memberikan apresiasi tinggi kepada IGTKI atas dedikasi dan konsistensinya memajukan dunia pendidikan di Bumi Amungsa. Ia mengingatkan bahwa masa usia dini (0-6 tahun) adalah "Golden Age" atau periode emas, di mana perkembangan otak anak mencapai 80 persen.
"PAUD menempati posisi yang sangat strategis. Ini adalah titik awal bagi masa depan anak-anak kita. Target kita adalah memastikan seluruh anak di Mimika mendapatkan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, gizi, serta perlindungan yang berkualitas secara merata," tegas Bunda PAUD Mimika.
Seiring dengan meningkatnya jumlah lembaga PAUD di Mimika, Susana menyoroti tantangan besar terkait peningkatan mutu. Ia menekankan bahwa pertumbuhan kuantitas harus selaras dengan kualitas penyelenggaraan yang berkelanjutan. Hal ini penting untuk menjamin lingkungan belajar yang tidak hanya aman, tetapi juga mampu menginspirasi kreativitas anak.
Ia juga mendorong IGTKI, sebagai organisasi profesi yang independen, untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan kompetensi para guru.
"Zaman berubah cepat, anak-anak sekarang jauh lebih kritis dengan adanya media informasi yang canggih. Kurikulum harus tetap relevan dan mampu mengikuti perkembangan zaman," imbuhnya.
Menghadapi arus digitalisasi yang masif, Ny. Susana menitipkan pesan khusus kepada para pendidik agar tetap fokus pada pembentukan karakter. Guru diharapkan mampu membekali anak didik dengan nilai-nilai budaya dan moral yang kuat. Hal ini dianggap sebagai filter utama dalam membentengi anak-anak dari pengaruh negatif teknologi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua TP PKK Mimika Ny. Periana Kulla Kemong, Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Kepala BNN Kabupaten Mimika, Pengurus Yayasan dan Praktisi Pendidikan se-Kabupaten Mimika.
Di akhir narasinya, Susana mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bekerja dengan tulus hati demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
"Saya berharap IGTKI terus memperkuat sinergi, bekerja solid, dan tidak henti-hentinya berinovasi. Mari kita siapkan generasi penerus yang siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan," pungkasnya.

