TIMIKA – Gedung Tongkonan di Jalan Sam Ratulangi menjadi saksi bisu momentum bersejarah bagi pergerakan perempuan di Kabupaten Mimika pada Senin (20/04/2026). Perayaan Hari Kartini ke-147 tahun ini dipadukan secara apik dengan refleksi satu tahun masa pelayanan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika.
Acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini dihadiri langsung oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, serta jajaran pimpinan organisasi perempuan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Mimika.
Peringatan tahun ini mengusung visi besar untuk mendorong perempuan hebat agar menjadi motor inspirasi dan motivasi bagi UMKM lokal agar mampu naik kelas hingga ke kancah global. Kegiatan ini bersandar pada landasan hukum yang kuat, merujuk pada penetapan R.A. Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional serta regulasi mengenai Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.
Lebih dari sekadar seremonial, agenda ini merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan kesetaraan gender dan hak pendidikan. Di saat yang sama, momen ini menjadi ajang penguatan silaturahmi antarorganisasi wanita setelah satu tahun menempuh perjalanan pelayanan di Mimika.
Kemeriahan di Gedung Tongkonan diwarnai dengan berbagai atraksi yang menonjolkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif:
• Defile Kebaya dan Batik Papua: Peragaan busana oleh organisasi wanita yang memadukan keanggunan kebaya nasional dengan eksotisme motif lokal Papua.
• Edukasi Sejak Dini: Penampilan fashion show cilik dari anak-anak TK PAUD Kasih Amuro.
• Penghormatan bagi Pejuang Lokal: Pemberian penghargaan khusus kepada lima perempuan penggerak yang dinilai berjasa di bidang pendidikan dan pemberdayaan UMKM di Mimika.
• Pameran Ekonomi Kreatif: Ekshibisi produk unggulan yang membuktikan ketangguhan ekonomi perempuan Papua di bawah binaan Dekranasda.
Sebagai langkah strategis memperkuat struktur organisasi, Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Suzana S. Herawaty Rettob, secara resmi melantik 18 Ketua TP-PKK tingkat Distrik se-Kabupaten Mimika. Langkah ini merupakan titik balik setelah organisasi di tingkat distrik sempat tidak aktif secara formal selama satu dekade terakhir.
Para pengurus baru kini memikul tanggung jawab besar melalui 10 Program Pokok PKK yang terbagi dalam empat Kelompok Kerja (Pokja):
1. Pokja 1 & 2: Fokus pada penanganan isu krusial seperti pencegahan pernikahan dini, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penguatan program Wajib Belajar 13 Tahun.
2. Pokja 3: Penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, dengan komoditas unggulan cabai dan sayur kelor yang bekerja sama dengan sektor swasta dan dinas terkait.
3. Pokja 4: Percepatan penurunan angka stunting melalui optimalisasi kader Posyandu dan pemberian makanan tambahan berbasis bahan lokal.
Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan posisi PKK sebagai garda terdepan pembangunan karena kemampuannya menyentuh unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Dalam mendukung kelancaran program tersebut, para Kepala Distrik diinstruksikan untuk memberikan dukungan anggaran yang konkret, termasuk pemanfaatan Dana Desa untuk operasional PKK dan Posyandu.
Sinergi ini diharapkan mampu menghidupkan kembali peran dasawisma di kampung-kampung sebagai ujung tombak pelayanan. Dengan komitmen bersama ini, PKK dan Dekranasda Mimika diproyeksikan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata dari tingkat kampung hingga kabupaten.
